Kamis, 10 Agustus 2023

Sulawesi Utara Rentan Dengan TPPO Untuk PMI Dan Awak Kapal Perikanan MIgran.

 

arnonhiborang56@gmail.com


Bitung 11 Agustus 2023.

Serikat AKP Bersatu. Sakti Sulawesi Utara. 

 Sulawesi Sangat Rentan terjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Oranga atau TPPO, Kusus awak kapal perikaan  Domestic maupun Migran. dari beberapa Kasus yang di Laporkan Awak Kapal ikan ke Sakti Sulut. ada indikasi TPPO di dalamnya, Atau perbudakan jaman modern,  di Mana menurut ILO ada 11 indikator kerja Paksa di Atas kapal Ikan. 

Arnon hiborang ketua umum Sakti sulut menyapaikan.  dari pengaduan awak kapal yang kami terima kebanyakan orang sulawesi utara tapi bekerja ke luar daerah dan juga ada yang bekerja ke luar negeri, di mana pengaduan mereka paling banyak Upah tidak di bayarkan, bekerja tampa jaminan Sosial, bahkan ada juga yang mengalami kekerasan Fisik..

Arnon. mengapa  saya katakan sulawesi utara sangat rentan dengan TPPO , kerna segi perekrutan awak kapal ikan ini masi belum ada standar yang maksimal kuhsus di SULUT.  contoh kalau AKP migran ajak teman, saudara atau dapatkan dari mediasosial  karna di SULUT tidak ada PT Perekrut kusus migran. 

kalau Domestic Hampir sama dengan migran di ajak teman atau sudara, dan di dapatkan di media sosial dan parah lagi untuk Domestic belum ada regulasi yang mengatur perekrutan dan penempatan awak kapal ikan domestic, sedangkan kebanyakan brangkat ke Benoa Bali Atau ke Muara baru jakarta, bahkan tidak pernah AKP ini pegang perjanjian kerja laut atau PKl.

Arnon. Itu kami Dari Sakti Sulut selalu memberikan Edukasi kepada awak kapal ikan dan keluarga bagaimana bekerja aman di atas kapal perikanan, lebih baik sedia payung sebelum masalah itu terjadi, pecegahan Dini.
jangan Sampai AKP ini jatu kepada Calo2 yang hanya mencari keuntungan dan tidak bertanggung jawab.







Rabu, 19 Juli 2023

Sakti Sulut. Medampingi Tiga Korban AKP. Mediasi Dengan PT Sentral Benoa Utama. Yang Di Fasilatisi KKP

 

arnonhiborang56@gmail.com      berita akp sulut.com

Selasa 18 juni 2023. Dpp serikat akp bersatu. sakti. sulawesi utara. mendapingi korban awak kapal Perikanan yang sakit dan di terlantarkan di mauroke.

Dari kornologis yang di sampaikan AKP Dpp sakti sulut.  pada awal akp berangkat dari manado ke bali untuk Bekerja di kapal km sanjaya milik PT SBU, dengan wilaya penangkapan ikan arufura. Setelah Kurang lebih 3 bulan Bekerja Sdr Maxi jatu sakit  dan tidak berjalan, Sdr Maxi melaporkan Keadaannya kepada pihak nakoda.


Dan nakoda  mengatarkan Sdr Maxi ke Mauroke untuk berobat. setelah sampai di Mauroke Sdr Maxi di turungkan di Speed boot. dan tidak ada yang menemani, untung ada Sdr Amos yang Ketulan satu kapal dengan Sdr maxi membatu untuk mendampingi Sdr maxi. karena Sdr Amos Melihat kondisi Sdr Maxi yang tidak bisa berjalan maupun bergerak.

Setelah beberapa hari di rumah sakit Sdr Maxi dan Amos di pulangkan ke bitung. untuk Berobat lebih lanjut di karenakan rumah sakit di Mauroke fasolitasnya tidak memadahi. setelah sampai Di bitung. 

Ternyata Sdr Maxi tidak di daftarkan ke jaminan sosial Bpjs tenaga kerja maupun kesehatan Oleh pihak PT SBU. Sisa gaji Sdr Masi Dan Amos belum di bayarkan oleh PT. dan biaya Di Mauroke di bebankan kepada Sdr maxi dan Amos..

Dari hasil mediasi pihak PT SBU siap akan membayar dan menanggung biaya berobat sampai sembu. sesusi dengan regulasi. ada Akan menggati biaya yang suda di kaluarkan oleh Akp..

Arnon hiborang ketua umumu. Sakti Sulut. 


Arnon menyampaikan permasahan ini seringkali  terjadi. di karenakan kurangnya pemahaman antara Akp dan pihak perusaan terkait regulasi dari PP no 21. tahun 2021. di mana turunan Permen Kp no 33 tahun 2021. terkait tatakeloh pelindungan awak kapal perikanan lokal.
Arnon juga menyampaikan dan lemahnya pengawasan untuk awak kapal ikan, serta tumpang tindi regulasi..

Akar rumput permasahan Akp Lokal, belum ada regulasi yang mengatur terkait perekrutan dan penempatan Akp lokal. sekarang perekrutan Akp lokal, masi semaraut. belum ada Standar yang Aman. Masi sifatnya ajak menngajak, mendapatkan informasi dari mediasosial. tutup Arnon.






Senin, 06 Februari 2023

GABUNGAN BURUH GERUDUK KANTOR DPR KOTA BITUNG.

arnonhiborang56@gmail.com
Pada tanggal 06 Febuari 2023. Serikat AKP Bersatu SAKTI SULUT. melakukan Aksi Damai di kota Bitung dengan Gabungan beberapa serikat pekerja. KSPI Dan FSPMI, dan Srikandi Sakti..

Ada 17 tuntutan aksi. Di mana Serikat AKP Bersatu. Dan Srikandi Sakti, Fokus dengan 2 Tuntutan, yaitu meminta DPR dan pemerintah kota Bitung untuk membuat rekomendasi ke persiden RI, terkait segera  meretifikasi ILO c 188 untuk perlindungan Awak kapal perikanan dalam maupun luar negeri.

Dan DPR kota Bitung membantu, terkait kejelasan status kewarga negaraan sanger, Filipina yang sudah berkeluarga di kota Bitung.

Ketua umum serikat AKP Bersatu SAKTI SULUT. Arnon Hiborang. Menyampaikan di mana sanger, Filipina ini bekerja sebagai penakap ikan yang juga berkontribusi ke kota Bitung. Jadi dengan harapan pemerintah kota Bitung juga harus membantu mereka dalam permasalahan yang di alami..
Sekertaris umum Sakti Sulut. Rivan umbaseng menyampaikan, kenapa ILO c 188. Karna untuk perlindungan pekerja kapal perikanan dalam negeri. Karna masi banyak pemberi kerja, yang belum menjamin pekerja kapal ikan dengan jaminan sosial. BPJS ketenaga kerjaan dan BPJS kesehatan yang memadai.. tutup Rivan..

Minggu, 04 Desember 2022

*NELAYAN MENARI DI TENGAH BADAI *


*M. Zulficar Mochtar*
 
Dunia perikanan tangkap bergerak makin kompetitif. Dipicu oleh pertumbuhan penduduk, trend kebutuhan dan penangkapan ikan global terus meningkat dari waktu ke waktu. Sementara sumberdaya ikan makin berkurang. Tuntutan konsumen untuk proses dan kualitas produk perikanan juga semakin ketat. Ini menyebabkan tekanan terhadap kehidupan nelayan makin besar.

State of World Fisheries and Aquaculture 2022, melaporkan total produksi perikanan tangkap global tahun 2020 mencapai 90,3 juta ton. Nilai ini lebih tinggi 60% dibanding tahun 1960-an. Demikian pula konsumsi ikan per kapita mencapai 20,2 kilogram, atau telah meningkat dua kali lipat. Lebih dari 30% stok perikanan dunia sudah mengalami penangkapan berlebih (overfishing). Padahal, pangan laut berkontribusi 17% dari konsumsi protein hewani, dan bahkan lebih dari 50% di negara-negara Asia dan Afrika.

Uniknya, nelayan skala kecil memegang peran sangat penting, mencakup lebih 90% dari total pelaku perikanan global. Di Indonesia bahkan lebih besar lagi. Diperkirakan sekitar 40% total tangkapan ikan dunia adalah dari nelayan kecil. Ironisnya, meskipun sering dijuluki sebagai pahlawan pangan, posisi nelayan justru sangat rentan. Bahkan sering digambarkan sebagai profesi paling berbahaya dan beresiko di dunia.

*Bukan Badai Biasa*

Ditengah berbagai keterbatasan dan tingginya tekanan, nelayan Indonesia kini juga menghadapi tiga ‘badai’ yang tidak biasa. Yang mengguncang kuat sosial ekonomi bahkan mengancam kehidupan mereka.

Pertama, krisis iklim. Perubahan iklim mempengaruhi kondisi perikanan dan habitatnya, yang otomatis berimplikasi langsung pada kehidupan manusia. 

Proses pemanasan global telah menyebabkan memanasnya suhu laut, kenaikan pemukaan air laut, mempengaruhi perubahan pola arus, angin, ombak serta hujan. Juga berpengaruh pada kelimpahan, pola migrasi, dan kemampuan hidup ikan. Perubahan suhu mempengaruhi pertumbuhan plankton dan pola gerak rantai makanan, baik secara vertikal maupun horizontal. Stok ikan terganggu. Pola distribusi ikan skala besar akan terjadi. Ikan akan bermigrasi mencari tempat yang lebih sesuai. Ini akan berimbas pada produktifitas dan pola operasional nelayan. Ketidakpastian usaha dan biaya perikanan makin tinggi yang selanjutnya berdampak pada sosial dan ekonominya.

Yang menguatirkan adalah, dampak krisis iklim ini masih sering diabaikan dalam formulasi kebijakan dan program. Akibatnya, upaya adaptasi dan mitigasi yang dilakukan secara global, masih menunjukkan hasil yang kurang meyakinkan.

Kedua, imbas Covid-19 belum tuntas. Pandemi Covid-19 sudah menjangkit seluruh dunia. Lebih 6 juta orang meninggal dan 600 juta orang terpapar. Seluruh sektor porak-poranda. Pembatasan mobilitas, aktifitas dan lalu lintas orang yang langsung melumpuhkan system logistik.

Dunia perikanan juga terpukul hebat. Nelayan sulit atau tidak bisa melaut, mengakses bahan perbekalan, merekrut ABK, menangkap dan menjual hasil tangkapan secara normal. Sistem pasokan ikan baik untuk pasar domestik apalagi perdagangan internasional terhambat. Pelaku usaha baik skala kecil, menengah maupun besar terpukul. 

Saat pandemi, Wiradana dkk (2021) menyebut permintaan ekspor perikanan berkurang hingga 40%. Kebutuhan hotel, rumah makan, dan konsumsi lokal terjun bebas. Upaya penangkapan ikan maupun pengolahan ikan menurun. Pabrik-pabrik pengolahan berhenti beroperasi. Distribusi produk perikanan berkurang. Volume kargo ekspor-impor menyusut 14-18%, dan kargo domestic 5-10%, bahkan lebih jauh. Proses clearance di pelabuhan tersendat. Jumah kru kapal, pabrik maupun pelaku perikanan juga otomatis berkurang. Lalu lintas kapal berkurang drastis. Daya beli untuk berbagai produk perikanan turun bahkan hingga 70%. Harga-harga melonjak tinggi. Biaya operasional makin meningkat dengan hasil yang berkurang.

Kini, periode puncak pandemic Covid-19 tampaknya sudah berlalu. Namun, situasi dan kebijakan antara satu negara dengan negara lainnya juga berbeda. Ada yang masih ketat karena jumlah terpapar masih tinggi. Ada pula yang sudah kembali kebijakan normal atau ‘new normal’. Otoritas Kesehatan Sebagian masih berhati-hati dalam beraktifitas. Bulan Agustus 2022 misalnya, pemerintah China masih mengeluarkan pembatasan untuk produk-produk perikanan Indonesia dengan alasan virus Covid yang masih berpotensi menjangkit. 

Aktifitas perikanan dan lalu lintas ikan pasca pandemi kini membaik. Meskipun masih jauh dari pulih seperti sebelum virus Covid berjangkit.

Ketiga, badai inflasi, harga dan BBM. Isu kenaikan harga berbagai bahan pokok dan BBM sudah bergulir cepat dalam beberapa bulan belakangan. Ini dipicu antara lain oleh dinamika politik internasional. Konflik Rusia-Ukraina yang melibatkan Amerika dan Eropa, eskalasi politik China dan Taiwan, menyebabkan tersendatnya sistem pasokan bahan pokok, minyak dan gas. Sehingga terjadi inflasi, meningkatnya harga bahan pokok dan BBM, serta terganggunya system logistik. 

Kenaikan harga BBM ini otomatis akan memicu kenaikan sarana transportasi dan logistic, harga produksi, operasional dan harga barang konsumsi maupun jasa lainnya.

Langsung atau tidak, kondisi ini memukul telak dunia perikanan di Indonesia. Bisa dipahami, sekitar 40-70% dari biaya nelayan adalah pada BBM dan perbekalan untuk melaut. Akibatnya, ribuan kapal ikan baik nelayan kecil maupun skala lebih besar parkir tidak beroperasi. Diperparah harga ikan berbagai jenis juga mengalami stagnan atau bahkan anjlok di berbagai lokasi. Belum ada alternatif modal usaha alternatif yang mudah dijangkau merata oleh semua nelayan dengan cepat. Apalagi postur nelayan Indonesia mayoritas adalah nelayan kecil, dengan kondisi ekonomi terbatas, tidak punya asset dan tabungan memadai. Sehingga tekanan ekonomi menjadi sangat besar.

Sejatinya, nelayan dibawah 30 GT ada subsidi BBM yang telah diberikan oleh pemerintah sejak tahun 2014. Namun proses, ketersediaan dan stabilitas harga yang didapatkan para nelayan masih jauh dari ideal. Bahkan subsidi BBM ini sering dikeluhkan jadi permainan oknum dan tidak tepat sasaran. Jumlahnya juga terbatas. Nelayan-nelayan yang berhak, justru sering tidak mendapatkan akses. Terpaksa membeli di pengecer dengan hargan yang jauh lebih tinggi. Daerah-daerah pesisir pelosok dan pulau-pulau kecil, bahkan membeli BBM dengan harga beberapa kali lipat dari harga resmi. SPDN khusus nelayan yang beroperasi dekat sentra-sentra nelayan juga terbatas jumlahnya. Sementara mengakses SPBU, sering mengalami kendala.

Dalam kondisi ini, nelayan hanya punya pilihan memaksakan beroperasi yang artinya melakukan eksploitasi perikanan lebih besar, atau berhenti beroperasi. Namun apapun pilihan yang diambil, punya konsekuensi dan resiko yang besar.

*Bagaimana bisa bertahan?*

Nelayan sebenarnya sudah karib dengan ombak, bahkan badai. Namun menghadapi ‘gelombang badai’ yang begitu massif dan tidak biasa, mereka harus dibantu. Negara perlu memastikan mereka bisa tetap survive. Untuk itu, Langkah terobosan, taktis dan praktis perlu diantisipasi. Sambil menyiapkan strategi untuk jangka lebih panjang. Rencana dan kebijakan yang ada sebelumnya, perlu dikalibrasi lagi agar selalu relevan dengan dinamika yang ada. Ada beberapa prioritas yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, perlu konsentrasi merapikan sistem rantai pasok perikanan. Saat ini, sistem rantai pasok perikanan tidak mengalir mulus dari hulu hingga hilir. Sebelum melaut, saat di laut, pasca melaut, hingga pemasaran dan distribusi, nelayan menghadapi banyak kendala. Termasuk terbatasnya akses modal, pasokan dan harga BBM, akses perbekalan dan sistem rantai dingin, sertifikasi dan kapasitas SDM, kualitas ikan, jaminan harga ikan dan pasar. 

Terobosan sistematis mengurangi barrier ini akan mengungkit signifikan kapasitas nelayan dan pelaku usaha.

Kedua, optimasi dan sinergi data melalui transformasi digital perlu diakselerasi. Sehingga bisa menjadi referensi kunci bagi efisiensi kebijakan, program dan operasional perikanan. Sebagian data perikanan belum direkam dan diintegrasikan optimal. Demikian pula beberapa aplikasi strategis sudah berhasil dibangun, namun belum menjadi ekosistem yang bisa menelusuri tata kelola perikanan dari hulu hingga hilir. Termasuk data jutaan nelayan, kondisi stok ikan, ratusan ribu kapal ikan berbagai ukuran (pusat-daerah), ratusan pelabuhan tangkahan, rumpon, ribuan cold-storage, sertifikasi, dan sebagaianya.

Ketiga, konsisten menerapkan kebijakan dan program perikanan yang berpihak (affirmative policies and programs) bagi nelayan dan pelaku usaha. Sistem perizinan, zonasi, sertifikasi, dan lainnya masih perlu disederhanakan. Nelayan tidak perlu mengurus lebih dari puluhan dokumen dan diperiksa berkali-kali diatas kapal. Berbagai inefisiensi dan proses biaya tinggi perlu terus dipangkas. Kendala pemasaran dan ekspor termasuk tarif ekspor ke berbagai negara, akses kargo dan sistem logistic, penolakan oleh buyers, perlu difasilitasi serius. Berbagai kendala ini membuat produk Indonesia kurang kompetitif dan berbiaya tinggi.

Keempat, prioritaskan kualitas dibanding kuantitas. Sudah lazim nelayan ingin menangkap ikan sebanyak-banyaknya. Sayangnya, sering mengabaikan kualitas. Akibatnya ikan ditolak pembeli, harganya jatuh atau malah terbuang percuma. Kualitas tangkapan jauh lebih penting. Volume tangkapan kecil dengan kualitas ikan yang baik, nilainya bisa lebih tinggi dibandingkan sebaliknya. Apalagi ketika merambah ke pasar internasional.

Kelima, membangun kemampuan adaptasi dan daya tahan nelayan dalam kerangka dukungan manajemen usaha dan tata kelola perikanan yang lebih efisien. Mengurangi praktek IUU fishing, membuka akses fasilitas, mendorong sertifikasi dan standar perikanan yang lebih berkualitas secara massif.

Gelombang ‘badai’ beruntun bagi nelayan dan dunia perikanan belum akan reda dalam waktu dekat. Masih fluktuasi dengan banyak ketidakpastian. Sangat penting membantu mengurangi beban mereka. Kita berharap, nelayan dengan segala kerapuhan dan kegigihannya, bisa bertahan selamat melewati badai besar yang belum jelas ujungnya ini. 

#

Senin, 21 November 2022

Abk Kapal Ikan Asal Lembe Mawali Yang Sakit Dan Di Terlantarkan Di Kepulauan Dobo

SaktiSulut.Com Berita AKP
Pada hari Senin tanggal 01-02-2021ibu sulce kalengsang datang di sekretariat serikat awak kapal perikanan bersatu. sakti sulut dan fisher center dengan waja yang penuh kekuatiran karna mendengar kabar kalau suaminya sedang sakit di atas kapal dan sudah di turunkan di Dobo.

Dalam isi pengaduan ibu sulce.setelah dia mendapat telfon dari suaminya dan mengatakan bahwa kondisinya sekarang dalam keadaan sakit,ibu sulce coba menghubungi perusahaan yang memberangkatkan suaminya di Jakarta tapi balasan pemilik perusahaan bahwa bahwa pihak perusahaan tidak akan memberikan biyaya untuk pemulangan suaminya dari dobo sampai ke Bitung.

dan ibu sulce bingung dan tidak tau harus mengadu masalah ini kemana.setelah ibu sulce mendapatkan informasi dari sala satu tetangga yang bernama pak alfinus bahwa di kota Bitung ada serikat awak kapal perikanan bersatu. sakti sulut dan fisher centerhatinya langsung legah.

Ketum.sakti sulut Arnon Hiborang mengatakan perbudakan dan kerjasa paksa di sektor perikanan di kepulauan Dobo sudah banyak terjadi kiranya kementerian kelautan perikanan bisa membongkar perbudakan dan kerja paksa di Dobo,jangan sampai jadi Benjina kedua

Untuk ABK kapal perikanan berserikat lah supaya kerja aman..

Rabu, 26 Oktober 2022


SERIKAT AKP BERSATU. SAKTI SULAWESI UTARA MEMFASILITASI ANGGOTA UNTUK SEKOLAH BST DI POLTEK KP BITUNG..

Minggu, 16 Oktober 2022

SERIKAT AKP BERSATU. SAKTI SULAWESI UTARA MERAYAKAN HUT YANG KE 2 TAHUN..

Beritaakp.com

Sabtu 15 Oktober 2022. Serikat AKP Bersatu. SAKTI SULUT. Merayakan hari Ulang tahun yang kedua.

Dan Tamu Undangan Yang hadir dari poltek kp bitung yang di wakili oleh. Wadir 1. Bapak Barokah. 
Ketua FSPMI. Bapak Ferdinan Lumemnta
Ketua SPSU Bapak Anwar da lewa.
Wakil ketua partai buruh sulut. Adri keren

Beserta pengurus dan anggota Sakti Sulut, dan ketua umum Sakti Sulut Arnon hiborang melantik 5 pengurus. dan pembacanan  sumpah sesuai dengan amanah AD/ART Serikat AKP Bersatu
1. Bapak Rivan. Sekertaris umum
2. Bapak Putu Santiarsa. Bendahara umum
3. Ibu Vonny hamber. Wakil bendahara
4. Bapak Muharam ngadi. Ketua bidang. Organisasi dan kerjasama
5. Stevi hiborang wakil ketua. Bidang peningkatan SDM


Wadir 1 poltek kpn bitung Bapak Beroka. menyampaikan harapannya Sakti Sulut akan lebih maju dan sukses  dan  menjadi garda terdepan bagi para awak kapal perikanan di indonesia, yang terjebak di setiap permasalahan Perbudakan dan exploitasi di kapal perikanan dalam negeri dan luar negeri..

Arnon hiborang menyampaikan kepada semua pengurus yang baru di lantik, agar dapat menjalankan tugas dan fungsi pokok organisasi. Mau menjaga nama baik organisasi dan Patuh dengan AD/ART Sakti.

Tetap solid sesama pengurus dan anggota tetap saling bergandengan tangan dalam menyelesaikan pekerjaan yang di tugaskan oleh organisasi..

Menjadi pengurus serikat itu harus bermental baja yang siap untuk berperang. Tutup Arnon....






Sabtu, 01 Oktober 2022

ASURANSI KEMATIAN DAN BIAYA PEMAKAMAM ALMARHUM SOFIAN KANSIL DI BAYARKAN OLEH PT TRIJAYA MAKMUR

Sakti Sulut.com berita akp Sulut.

Pada tanggal 30 September 2022. Serikat AKP Bersatu. Sakti Sulut mendampingi orang tua almarhum Sofian kansil mediasi dengan PT Trijaya makmur jakarta, yang di fasilitasi oleh kementrian kelautan dan perikanan RI..

Dari surat laporan orang Tua almarhum Sopian kansil ke Sakti Sulut, ada dua tuntutan kepada pemilik kapal ikan KM jaya makmur yang pertama Asuransi dan biaya pemakaman almarhum..

walau di awal mediasi ada aduh argumen yang sangat panas dengan Pemilik PT Triajaya makmur. dan pada akhirnya di akhir mediasi mendapatkan kesepakatan di mana dari PT siap membayarkan semua tuntutan keluarga dan akan  menambahkan lima puluh dua juta..


Sekertaris umum Sakti Sulut. Rivan umbasang.menyampaikan bila mana terjadi kejadian seperti yang di alami almarhum Sofian kansil. 

pihak pemilik kapal harus patuh dengan regulasi di negeri ini. Di mana regulasi sudah jalas ada pp no 27 tahun 2021 di pasal 178. Setiap  AKP yang meninggal dunia  pemilik kapal wajib membayarkan satunan asuransi.

 meninggal kerena sakit paling sedikit Rp 100 juta dan kalau meninggal kerena kecelakaan kerja paling sedikit Rp 150 juta..
Di mana dituangkan di turunan permen kp no 33 tahun 2021.di pasal 188..

Ketua umum Arnon hiborang. Menyampaikan permasalahan seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Jadi perlindungan AKP masih lemah, jadi pemerintah khusus pemangku kepentingan dan kebijakan khusus AKP, dalam segi perlindungan harus di tingkatkan lagi.

Dalam hal itu pemerintah harus bisa meretivikasi ILO c 188 untuk kepatuhan Kepada pemilik kapal dan untuk menyempurnakan perlindungan AKP di dalam negeri maupun luar negeri..

Bendahara umum Sakti Sulut I Putu Santiarsa. Mengatakan data pengaduan yang masuk ke Sakti Sulut dari tahun, 2020 sampai dengan tahun 2022, ada  65 pengaduan kasus yang di laporkan ke Sakti sulut, itu ada dalam negeri maupun luar negeri.

 kurang lebih jumlah korban 165 orang AKP. 
Kami juga sangat berterima kasih kepada kementerian kelautan dan perikanan yang selalu merespon dan membantu memfasilitasi untuk menyelesaikan pengaduan yang di laporkan ke serikat awak kapal perikanan bersatu...


Jumat, 16 September 2022

Lagi" Awak Kapal Perikanan (AKP) Asal Kota Bitung Meninggal Di Dobo..

Berita AKP Kota Bitung.com

Pada tanggal 11 Januari 2022. Saudara Sofian Kansil berangkat dari bitung ke Dobo, untuk bekerja di kapal Km jaya makmur.

Setelah tiba di dobo saudara Sofian K brangkat dengan kapal Km jaya makmur untuk mencari ikan di laut Aru fura..
Dan kurang lebih delapan bulan bekerja saudara sofian jatuh sakit di atas kapal Km jaya makmur. 

 Dan Kurang lebih 2 Minggu menahan sakit  sesak nafas,dan bengkak di seluruh tubuh, saudara sofian melaporkan kepada nakoda tentang sakit yang di alaminya. Agar kapal bisa masuk ke pelabuhan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Akan tetapi pihak nakoda tidak menghiraukan keluhan dari saudara sofian k. Tepat pada tanggal 06 September 2022 saudara sofian dapat jaringan telefon dan langsung menghubungi orang tuanya di bitung..

Ibu Sofian k. menceritakan. Sofian menelfon kepada saya dan dia bilang kalau kita lagi sakit, kong napa kepten nyanda perduli mungkin dorang mo bunung palang" pa kita. ungkap  ibu Sofian K. Dengan logat manado. 

Setelah tanggal 10 september 2022. Kapal Km jaya makmur Sandar di pelabuhan Dobo untuk membongkar hasil tangkapan. Lalu saudara sofian K di bawah ke klinik di Dobo untuk di periksa. Akan tetapi pihak dokter di klinik langsung merujuk ke rumah sakit karena sakit yang di derita saudara Sofian k. Sudah parah..

Setelah sampai di rumah sakit di Dobo, saudara sofian sempat di rawat selama 2 hari. 
Dan tepat pada tanggal 12 September 2022. Saudara Sofian kansil.menghebuskan nafas terahir..

Ketua umum Serikat AKP Bersatu. Sakti Sulut. Arnon hiborang menyampaikan kami akan mengawal hak" almarhum berupa uang asuransi, Kompensasi, Dan biaya yang telah di keluarkan keluarga.

Arnon juga menyampaikan kami sudah menelfon kepada pengurus kapal di Dobo untuk mempertanyakan hak" almarhum, akan tetapi, pengurus di Dobo menyampaikan kalau itu semua nanti dari kantor di jakarta yang akan menelpon ke keluarga alamarhum..

Arnon juga menyampaikan kalau masalah ini tidak bisa di selesaikan oleh pihak PT triwijaya. Kami akan menyurat ke kementerian kelautan perikanan Ri untuk meminta mediasi dengan pemilik kapal Km jaya makmur..

Karena sesuai dengan regulasi. pp no 27 tahun 2021. Tentang pengawakan dan turunan di permen kp no 33 tahun 2021 Tata kelola  awak kapal perikanan..

Arnon juga menyampaikan.   Dari data kami di tahun 2020 sampai tahun 2022 kurang lebih tiga puluh orang Awak kapal perikanan asal bitung yang meninggal di laut Aru fura. Dengan usia di bawah 40 tahun. Dengan penyakit yang sama asam lambung..

Pemerintah terkait (KKP) harus lebih meningkatkan lagi pengawasan di pelabuhan Dobo dan Tual. Karena Banyak masalah Akp yang terjadi di sana.

Karena masih lemah dalam segi pengawasan dan perlindungan untuk awak kapal perikanan. Dan melihat kasus Akp pemerintah harus meretivikasi ILO C 188  Untuk perlindungan Awak kapal perikanan.  Tutup Arnon..


Sabtu, 30 April 2022

MOMRNTUM HARI BURU INTERNASIONAL. SAKTI SULUT DORONG PERLINDUNGAN AWAK KAPAL PERIKANAN...

MOMRNTUM HARI BURU INTERNASIONAL. 
SAKTI SULUT DORONG PERLINDUNGAN AWAK KAPAL PERIKANAN.

saktisulut.com

Hari Buruh pada tanggal 1 Mei 2022 ini perlu menjadi momentum untuk meningkatkan perlindungan terhadap pekerja kapal perikanan, yang masih kerap menjalani kondisi kerja yang tidak selaras dengan standar perlindungan HAM.

Menurut Ketua Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu Sulawesi Utara  "Arnon Hiborang"Peringatan Hari Buruh Internasional yang diperingati tanggal 1 Mei sebaiknya menjadi momentum bagi pemerintah, pelaku usaha dan serikat buruh perikanan untuk melakukan refleksi dan perbaikan atau perubahan tata kelola awak kapal perikanan Indonesia baik yang bekerja di dalam negeri maupun migran.

Dari Data aduan yang diterima sakti Sulut  telah menerima tak kurang dari 60 aduan kasus  ABK, baik di kapal dalam negeri maupun asing selama 2 tahun terakhir dengan jumlah korban 120 orang

Kemudian  dari data statistik Organisasi Buruh Internasional atau ILO, setidaknya 24.000 orang meninggal dan 24 juta orang terluka setiap tahun di kapal penangkap ikan komersial.

Untuk itu, Arnon Hiborang mendorong pemerintah pusat agar benar-benar memperhatikan kasus kasus yang menimpah para AKP agar tidak terjadi lagi. Ia meminta semua kementerian bekerja sama, tidak jalan sendiri-sendiri seperti saat ini. "Kementerian Kelautan dan Perikanan punya regulasi sendiri, Kementerian Ketenagakerjaan juga punya regulasi, ego sektoral.

walaupun sejumlah aturan perlindungan awak kapal perikanan telah dikeluarkan oleh pemerintah, tetapi konsistensi dan pengawasan pelaksanaan aturan tersebut dinilai masih jauh dari harapan.

Arnon pun meminta Kementerian Ketenagakerjaan segera meratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) 188 untuk memberikan perlindungan hukum bagi ABK.
Arnon juga menyoroti tentang ketentuan upah bulanan yang minimal setara dengan Upah Minimum Provinsi namun banyak yang diberikan di bawah UMP, sedangkan pengawasan pemerintah terhadap sistem pengupahan bagi ABK sangat minim.

Untuk itu SAKTI Sulut mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola perlindungan awak kapal perikanan. Sehingga para AKP dapat Mendapatkan perlindungan.

Peringatan Hari Buruh Internasional yang diperingati tanggal 1 Mei sebaiknya menjadi momentum bagi pemerintah, pelaku usaha dan serikat buruh perikanan untuk melakukan refleksi dan perbaikan atau perubahan tata kelola awak kapal perikanan Indonesia baik yang bekerja di dalam negeri maupun migran

Sabtu, 05 Maret 2022

ABK Menunggu Gaji Kurang Lebih Dua Bulan Belum Di Bayarkan Dari Pihak PT LAKEMBA


Berita AKP.COM SULAWESI UTARA


Pada hari sabtu 05/maret/2022, Serikat awak kapal perikanan bersatu (SAKTI SULUT). 

 Datang Abk bernama Valen Asal kota Bitung Kel, Sagerat Kec. Matuari datang ke sekertariat Sakti  dan di dampingi orang tuanya untuk melaporkan PT Lakemba yang beralamat di Tegal Jawa Tengah, Terkait sisa gaji yang belum di bayarkan kurang lebih 60 juta.

Dalam kronologis terjadinya masalah Valen Menceritan. pada mulanya kami di rekrut oleh PT lakemba untuk bekerja di kapal ikan  luar negeri dengan gaji 300 us, setelah saya melawati pelatihan di PT.

 pada tanggal 10 juni 2019 saya di berangkatkan dari jakarta ke Mourtius negara afrika untuk bekerja di kapal ikan berbendera cina dengan nama kapal Jin Xiang 18 dengan kontrak 2 tahun terhitung setalah Saya meninggalkan indonesia. 
Dan saya bekerja di kapal tersebut salama 32 bulan atau lebih kontrak, karna saya pulang ke indonesia 12 Januari 2022.

Setelah saya sampai di jakarta saya ke Pihak PT Lakemba Untuk mengambil sisa gaji saya, dari pihak PT memberikan kepada saya kurang lebih 15 juta dan saya bertanya sisanya kapan boleh di ambil dari pihak PT mengatakan nanti 2 minggu baru kami transfer.
Lalu saya pulang ke rumah di bitung untuk menunggu sisa gaji saya, setelah 2 Minggu saya menelfon kembali  pihak PT untuk menanyakan sisa gaji saya, alasan dari pihak PT belum di kirim dari pihak owner cina, sedangkan waktu saya pulang dari mourtius dari pihak kepten dan bos kapal bilang kalau uang saya suda di kirim semua ke PT Lakemba, di indonesia..

Harapan besar saya gaji saya bisa di kirim secepat mungkin, karna itu hasil keringat kerja keras saya, karna bekerja di kapal ikan bukan hal yang mudah..

Arnon hiborang Ketum Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu ( SAKTI SULUT) 
Membenarkan ada laporan tersebut. kami masih berupaya untuk  mediasi kasus ini secara kekeluargaan, dan saya juga sudah menghubungi pihak PT Lakemba untuk meminta kepastian kapan sisa gaji Valen akan di selesaikan.

Tutup Arnon..






Selasa, 04 Mei 2021

YUDAS NARASIANG ABK ASAL BITUNG DI PENJARA DI AFRIKA BARAT.

Berita AKP kota Bitung. Saktisulut.com

Pada tanggal 26/April/2021. Serikat awak kapal perikanan bersatu. Sakti sulut datang menemui orang tua yudas narasiang.

Yudas narasiang abk asal kota Bitung yang tinggal di Kel. Mawali kec. Lembe Utara. Pada tahun 2015. Yudas berangkat ke negara Afrika barat yang di rekrut oleh PT KMP untuk bekerja di kapal ikan berbendera Korea.

Yudas berharap bekerja di kapal luar negeri berbendera Korea bisa merubah  kehidupannya. Tapi sayang beribu ribu sayang harapan dan impian Yudas putus di tenga jalan.

Yudas menceritakan, waktu dia bekerja di kapal ada salah satu ABK WNA asal Korea yang selalu berbuat usil dan salalu cari masalah kepada saya, tapi saya selalu menghindar biar tidak terjadi keributan,

Akan tetapi ABK asal Korea,  tidak pernah berhenti untuk memaki saya sampai memukul saya. Karna saya sudah tidak tahan dengan perbuatannya akhirnya terjadi perkalahian sampai terjadi pembunuhan. Sampai saya di Penjara di Afrika barat, di jatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Harapan saya kiranya bapak persiden jokowi serta jajaran pemerintah pusat sampai kota  Bitung bisa membantu saya, kalau  bisa kiranya saya bisa pindah penjara..

Tesmin kasalahe ibu dari Yudas narasiang menyampaikan kiranya pemerintah Indonesia bisa membantu agar anak saya bisa di bebaskan atau di pindakan tahanan Karna saya sebagai ibu sangat merindukan anak saya, ibu tesmin juga berkata  tidak ada seorang ibu yang tegah melihat anaknya masuk kedalam jurang. Kami orang tua, dan anak,  Yudas selalu berdoa kepada Tuhan agar ada jalan keluar supaya bisa cepat bertemu dengan anak kami.


Arnon Hiborang Ketum sakti sulut, mengatakan pemerintah harus memperhatikan kasus ini, terlebih kusus walikota Bitung agar bisa membantu memfasilitasi keluarga dari pak Yudas narasiang untuk bertemu langsung dengan persiden Ri pak Jokowi.

Saya yakin kasus yang  di alami oleh pak Yudas ini masih belum sampai di telinga persiden..

Arnon juga menyampaikan negara harus hadir untuk membantu setiap WNI yang mendapat permasalahan di luar negeri karna para ABK migran ini adalah pejuang devisa yang memberikan pemasukan untuk negara..



Sabtu, 24 April 2021

SERIKAT AWAK KAPAL PERIKANAN BERSATU (SAKTI) SULUT, MEMFASILITASI PENCAIRAN CLEM ASURANSI AWAK KAPAL PERIKANAN ASAL BITUNG.

Saktisulut.com
Berita AKP Sulawesi Utara. 


Serikat Awak kapal Perikanan Bersatu ( SAKTI) Sulut,  memfasilitasi pencairan klaim asuransi Awak Kapal perikanan asal Bitung yang meninggal karena sakit ketika sedang bekerja diatas penagkap ikan KM. Sanjaya 107 milik PT sentra Benoa Utama.

Berdasarkan laporan yang di sampaikan istri almarhum kepada serikat awak kapal perikanan sulut. ABK atas nama Samsudin Limpong mengalami sakit dan dikabarkan meninggal dunia pada tanggal 27 Maret 2021.

Dari laporan tersebut istri almarhum meminta kepada Serikat awak kapal perikanan Bersatu untuk memfasilitasi pemulangan jenasah termasuk hak - hak almarhum berupa sisa gaji dan Asuransi kematian.

Menindaklanjuti laporan tersebut SAKTI sulut mencoba melakukan koordinasi dengan pihak PT. Sentra Benoa Utama. Untuk menanyakan kepastian pemulangan jenazah dan hak- hak almarhum.

Dari keterangan pihak PT. sentra Benoa Utama, jenazah akan di pulangkan ke Bitung dari Bali pada tanggal 31 Maret 2021. Dan selanjutnya terkait hak - hak almarhum akan segera di selesaikan oleh pihak perusahaan. Kemudian untuk klaim polis BPJS almarhum pihak perusahaan juga akan membantu pengurusan administrasinya sehingga bisa mempercepat pencairan asuransi almarhum.

Menurut Noldi Takasenserang, pengurusan klaim asuransi ABK yang meninggal diatas kapal ikan  tidak mengalami kendala  karena prosedurnya sudah ada.

Pengalaman kami sebelumnya, pencairan klaim asuransi ABK yang meninggal relatif lancar.

Lagi pula, ahli waris dari korban masih ada, seperti istri  dan lainnya. Dengan begitu, maka untuk menentukan ahli waris yang berhak atas pembayaran klaim asuransi relatif mudah, tidak ada hambatan yang berarti.


Sementara itu Ketua Serikat Awak Kapal Perikanan, Arnon Hiborang. menyatakan Untuk kesekian kalinya, serikat Awak kapal perikanan Sulut  turut serta dalam memfasilitasi dan memediasi penyerahan santunan kematian kepada keluarga korban.

proses klaim asuransi almaruhum Samsudin limpong  berlangsung lancar, kurang lebih satu Minggu sejak di usulkan dan pada tanggal 24 April 2021 BPJS sudah di terima pihak keluarga, "tutur arnon".

Kami juga berterima kasih kepada BPJS yang telah memperlancar dan menyelesaikan polis asuransi  BPJS almarhum Samsudin limpong.

Kamis, 22 April 2021

SAKTI SULUT SOSIALISASI BANTUAN SOSIAL PERLINDUNGAN ASURANSI BPJS KETENGAKERJAAN BAGI NELAYAN.


saktisulut.com berita AKP sulut

*SAKTI SULUT SOSIALISASI BANTUAN PERLINDUNGAN JAMINAN SOSIAL BPJS KETENAGAKERJAAN BAGI NELAYAN*

Pemerintah Kota Bitung mencanangkan 5000 bantuan perlindungan jaminan sosial dari BPJS ketenagakerjaan. Bantuan perlindungan terhadap nelayan yang merupakan pekerja bukan penerima upah ( BPU) tersebut diberikan dalam bentuk pembayaran iuran dua program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama 6 bulan.

Menurut  Plt. Kadis DKP Kota Bitung. Franky M. Runtukahu, pemberian batuan iuran kepada nelayan kota Bitung merupakan bagian dari porgram perlindungan asuransi untuk 5000 nelayan di Kota Bitung pada tahun 2021. 


Perlindungan yang diberikan kepada nelayan mencakup dua program BPJS ketenagakerjaan, yaitu Jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKN). Untuk iuran kepesertaan dari dua program ini adalah 16.800 per bulannya yang akan dibebankan kepada APBD daerah selama 6 Bulan.

Untuk itu kadis KP Bitung meminta kepada Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu untuk membantu mengsosialisasikan hal tersebut, sebab samapi dengan April 2021 baru sekitar 1.500.00 nelayan yang mendaftar sedangkan kuota yang dibutuhkan adalah 5000 nelayan untuk tahun anggaran 2021.


Nelayan memang sudah selayaknya dilindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan," kata Ketua Serikat Awak Kapal Perikana Arnon Hiborang).
Pilihan kepesertaan untuk dua program ini hanya terbatas kepada pekerja pada sektor BPU, dengan iuran yang sangat terjangkau, yaitu sebesar Rp 16.800 per bulannya. Arnon Berharap, selepas enam bulan, para nelayan bisa melanjutkan kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan dengan terus membayar premi yang lebih mahal harga satu bungkus rokok setiap bulannya. Premi bisa terus dibayarkan dengan cara mandiri atau dibayarkan sendiri oleh sang nelayan 
Selain bantuan iuran premi BPJS gratis enam bulan kepada nelayan, sekaligus bantuan sertifikat tanah baginelayan. 
Arnon Hiborang Melihat , pemerintah saat ini sangat serius memberi perlindungan kepada para nelayan. Selain memasukkan nelayan ke dalam program jaminan sosial, pemerintah juga memberikan kenyamanan dan kesempatan yang lebih besar kepada nelayan dalam mencari ikan. 

Serikat Awak kapal perikanan akan tersus mengsosialisasikan hal tersebut. Sehingga seluruh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan bisa terjangkau oleh brogram BPJS ketenagakerjaan tersebut. Sehingga nelayan bisa endapatkan perlindungan.

Rabu, 07 April 2021

Sembilan Belas AKP Di Taiwan Berkomitmen Menjadi Anggota Sakti Sulut...

Berita AKP.com
Saktisulut.com

Pada hari Rabu tanggal 07 April 2021.sekjen serikat awak kapal perikanan bersatu. sakti sulut  Andrie a nelwan melakukan sosialisasi di donggang Taiwan perkenalan  11 indikator kerja paksa di sektor perikanan.

Sekjen sakti sulut  Adrie a nelwan juga langsung memperkenalkan kalau di Sulawesi Utara kusus di kota Bitung sudah terbentuk sakti sulut, dan membacakan visi dan misi sakti.
Dan sembilan belas AKP asal sulut yang bekerja di kapal perikanan di Taiwan langsung berkomitmen masuk menjadi anggota sakti dan langsung mengangkat Nofan kubalang sebagai  kordinator sakti di Taiwan.

lanjut Nofan  mengatakan saya dan teman2 di Taiwan sangat mengharapkan kehadiran sakti bisa memberantas exploitasi di sektor perikanan.

ketua sakti.Arnon Hiborang sangat berterima kasih kepada teman AKP yang bekerja di Taiwan telah menerima akan kehadiran sakti sulut.
Lanjut arnon AKP itu seperti sapu lidih kalau cuma satu sangat mudah di Patakan, tapi kalau di kumpulkan dan di ikat jadi satu sangat kuat dan susah di Patakan...

Sulawesi Utara Rentan Dengan TPPO Untuk PMI Dan Awak Kapal Perikanan MIgran.

  arnonhiborang56@gmail.com Bitung 11 Agustus 2023. Serikat AKP Bersatu. Sakti Sulawesi Utara.   Sulawesi Sangat Rentan terjadi korban Tinda...